10 Oct 2012

Kurikulum Pendidikan Baru untuk SD/MI Tahun 2013/2014


Kurikulum KTSP yang berlaku saat ini akan segera digantikan oleh kurikulum pendidikan yang baru pada Tahun Pelajaran 2013/2014. Kurikulum pendidikan nasional yang baru ini mempunyai konsep, salah satunya, penyederhanaan dalam jumlah mata pelajaran. Jika selama ini siswa SD harus mempelajari 11 mata pelajaran, dalam kurikulum pendidikan yang baru nantinya disederhakan hanya tinggal 7 atau enam mata pelajaran saja.

Ketujuh mata pelajaran dalam kurikulum pendidikan baru di SD tersebut adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN),  Bahasa Indonesia, Matematika, Pengetahuan Umum, Kesenian, dan Pendidikan Jasmani dan Olahraga Kesehatan (PJOK).

Beban siswa selama ini dirasa terlalu berat


Pelajaran Pendidikan Umum dalam kurikulum pendidikan baru merupakan peleburan dari pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Di samping itu pun masih terdapat wacana bahwa cukup 6 mata pelajaran dengan meniadakan pelajaran Pengetahuan Umum. Untuk materi IPA dan IPS cukup diintegrasikan dalam pelajaran-pelajaran lain semisal Bahasa Indonesia, PPKN, Kesenian, ataupun PJOK.

Hal ini, menurut Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim, didasarkan pada hasil evaluasi yang dilakukan Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menilai beban pelajaran pada kurikulum sekarang ini (KTSP) terlalu berat sehingga waktu untuk memperkaya diri setiap siswa menjadi sangat kurang.

Perubahan kurikulum ini juga didasarkan pada penilaian bahwa pelaksanaan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sejak diberlakukan pada 2006 kurang memberikan hasil yang signifikan.

Kurikulum baru ini akan mulai disosialisasikan dan diuji publik sebelum Februari 2013, dan mulai berlaku pada tahun ajaran 2013-2014.

32 komentar :

CHOIRUL ANAM said...

USUL SAJA, HENDAKNYA DALAM KURIKULUM DIMASUKKAN JUGA MATERI TENTANG HAID PADA SEKOLAH DASAR KELAS VI

kurikulum 2013 said...

siswa harus semakin aktif di kurikulum yang baru, yang malas pasti akan tertinggal

Anonymous said...

Mestinya mata pelajaran : PMP ( Pendidikan Moral Pancasila ) harus dimasukkan dalam struktur kurikulum 2013 ,karena mapel ini mempelajari tentang moral pancasila yang merupakan kristalisasi nilai luhur bangsa,alat pemersatu bangsa.Percuma pancasila dijadikan dasar negara tapi tak diajarkan disekolah yang ada hanya PKN

Anonymous said...

Bagaimana dengan pelajaran agama di MI apa drampingkan juga ?

i wayan sutama said...

apa pun kurikulumnya, yang penting adalah ada pokok-pokok kompetensi yang mesti dikuasai oleh siswa SD. Membaca, menulis, berhitung dan observasi adalah kemampuan dasar yang perlu difasilitasi oleh guru sehingga dapat berkembang secara optimal. kompetensi tersebut hendaknya dieksplorasi secara luas dan mendalam sehingga siswa SD dapat berpikir, bersikap dan bertindak secara holistik dan bermakna, bukan secara parsial.

Ninik Net said...

Bila ingin mengurangi beban siswa buka mata pelajarannya yang dimampatkan tetapi isinya mohon ditinjau kembali sk dan kdnya yang terlalu banyak pada pelajaran matematika.

Dwiyanto,S.Pd. said...

pemerintah mengadakan perubahan kurikulum tentunya sudah melalui kajian optimal. sebagai insan pendidikan, harus siap melaksanakan perubahan tersebut. prinsipnya kemajuan tidak akan terwujud tanpa adanya perubahan. semoga perubahan ini mampu meningkatkan kemajuan pendidikan di Indonesia.

pep said...

semoga dengan penyederhanaan kurikulum ini semakin membuat siswa lebih fokus dalam belajar ... sehingga kualitas lulusan menjadi semakin berkualitas

Anonymous said...

untuk memajukan anak didik kita bukan hanya kurikulum yang mempengaruhi, tetapi yang berpangaruh besar adalah para pendidiknya jadi apapun kurikulum yang digunakan tidak masalah,,,,,,,,,,,

topi murah said...

ya menurut saya, kurikulum terbaru dinilai berat karena tak ada ruang bermain bagi anak. belajar terus menerus, bisa2 stres si anak.



Butuh Topi SD Sablon/Bordir Murah Hub. saya ya grosirtopi@gmail.com Thanks

Anonymous said...

isi dari kurikulum baru ini apa pak?

Anonymous said...

kalau menurut saya, pemerintah terlalu sering mengubah kurikulum terutama di tingkat dasar yang justru lebih memberatkan guru/pengajar karena yang lama saja belum memahami/menguasai tapi sudah harus siap berganti lagi. Mohon bapak/ibu yang berkompeten untuk mengubah agar mau turun dan melihat langsung hasil kurikulum selama ini dengan mata hati yang terbuka, jangan hanya menerima laporan tertulis tanpa mengecek dulu.

Anonymous said...

perbaikian muatan kurikulum saya rasa sangat perlu karena beban belajar anak sekolah dirasa terlalu banyak sehingga anak bisa kurang kreatif. hanya yang berkomentar mungkin guru mapel yang mengajar materi yang dikurangi tidak setuju berkaitan dengan pekerjaannya

wisnuaji said...

kurikulum mau dirubah seperti apa pun kalau tenaga pendidiknya tidak dibekali dengan bekal yang bagus / propesional sama saja
apa tenaga pendidiknya juga sudah propesional semua ?

parman said...

mestinya mata pelajaran IPA dan IPS itu, kalau mau dihapus, dipertimbangkan dulu, karena bukankan negara kita ini adalah negara agraris? kalaupun diubah menjadi Pengetahuan Umum, tidakkah lebih merumitkan siswa kita?

www.mustarudinblogs.net said...

menurut pemikiran saya sebaiknya cukup 3 Mata Pelajaran saja di Sekolah Dasar antara lain 1. Agama, 2. Matematika, dan 3. Ilmu Pengetahuan Umum. dengan pertimbangan dan alasan bahwa Mata Pelajaran yang lain bisa dimasukkan kedalam Ekstrakurikuler atau Pengembangan Diri Siswa dan untuk PKn kita kembali ke masa lalu yaitu dengan mengadakan P4 kembali biar Landasan Ideologi Negara selalu tertanam di dalam jiwa setiap anak bangsa.

widpandawa said...

Konsep Kurikulum Baru 2013 untuk SD/MI: penyederhanaan dalam jumlah mata pelajaran, secara prinsip saya sependapat. Fakta: beban pelajaran tingkat SD/MI memang dirasa sangat memberatkan anak. Belum lagi setelah jam pelajaran masih ditambah les di sekolah. Les yang diadakan setelah pelajaran selesai TIDAK EFEKTIF" ANAK SUDAH LELAH. Aspek psikologis anak terbaikan!Seyogyanya les ini nantinya ditiadakan. Tanpa disadari Konsep Kurikulum lama seolah muncul lagi: anak di driil dengan mata pelajaran (transfer of konwledge). Orang tua ikut merasakan stress!.Ini mestinya tidak boleh terjadi. Joyfull learning lalu sekedar slogan belaka!. Semoga Kur.2013 menjadi lebih baik dan diterima oleh semua lapiran masyarakat pendidikan.

Try Out Online said...

perbaikian muatan kurikulum saya rasa sangat perlu karena beban belajar anak sekolah dirasa terlalu banyak sehingga anak bisa kurang kreatif.

Ayo ikuti cerdas cermat Online se-Jawa timur seri 2, dengan banyak hadiah jutaan rupiah dan juga ada tablet PC dan lain lain, kompetisinya garatis tidak di pungut biaya sepeser pun.

Kukuh Andri Aka said...

bpk ibu sekalian, jika ingin melihat HASIL uji publik kurikulum 2013 silahkan kunjungi HASIL uji publik kurikulum 2013

Anonymous said...

Indonesia "Tidak seluas Jakarta", yang jelas amat luas, ekonomi masyarakat umumnya "Tidak setingkat pejabat" yang jelas pada umumnya tergolong rendah.
Pertimbangan :
@Guru di daerah kurang terutama SD, mampukah ditambah 10 jam dan merangkap kelas.
@Ekonomi masyarakat tergolong rendah sehingga gizi kurang, sering bantu orang tua, alat sekolah kurang, menyebabkan siswa mengalami lelah otak, mampukah tambah 10 jam. Orang ttua umumnya ingin punya anak pandai, akan tetapi keada'an memaksa, Sebagai sikap tenggang rasa jika keada'an kita seperti mereka tentu akan berkata lain.
@Pemikir untuk SD seolah-olah belum pernah berkecimpung di SD terutama daerah, sehingga disamaratakan.
Mohon untuk di ambil kemampuan rata-rata agar berhasil secara nyata bukan keberhasilan di atas kertas (yang kita kenal ABS), hal ABS ini sudah lama terjadi akibat salah tujuan dari pemimpin ingin nilai baik secara pribadi bukan keberhasilan anak

Anonymous said...

walaupun kurikulumnya beda, tetap kemampuan murid nya dalam menyelesaikan suatu pelajaran dengan baik. Tidak perlu rajin rajin amat, yang penting kuasai dasar nya dulu baru bisa. Walaupun digabung pun pelajarannya kan intinya cuma itu, hanya dilebur dengan pelajaran lainnya, yang nantinya akan meningkatkan moral murid dalam kehidupan.

Anonymous said...

hanya bisa berharap, semoga perubahan ini di selaraskan dengan kemampuan pendidik, tidak mudah merubah platform, tapi itulah Indonesia, kalo bisa tiap tahun berubah terus sistemnya...
kasian peserta didik di daerah yang dengan keterbatasan ekonomi, harus mengikuti kepentingan pemerintah pusat... ckckckckck

Anonymous said...

bagaimana dengan pelajaran bahasa inggris di SD, ada isu akan dihilangkan, jika ya maka ini sebuah langkah mundur

Anonymous said...

kebijakkan revisi kurikulum tentunya tentunya melewati serangkaian uji validasi dan kesesuaian dengan perkembangan zaman. Semoga bisa menjadi lebih baik!!!!
Yang penting untuk direvisi adalah SDM Gurunya!!! Keberhasilan pendidikan untuk anak@ terutama anak usia sekolah dasar 90% bergantung pada sang guru.
Bentuk karakter guru yang ideal dengan menyediakan Sekolah Guru mulai setara SMP. Semoga dengan gemblengan cukup lama, mentalitas mereka jadi prima dan bukan karbitan. kita punya guru bukan dari kalangan semu yang memiliki kepribadian ganda seperti bunglon. terima kasih

Anonymous said...

perubahan sih perlu,,tp yg tdk kalah ptg jg adalh peningkatan SDM Guru2x,,bs di mulai dr
1. proses rekrutmen di Kampus,,jgn asal ambil/trima mahasiswa PGSD,,baikx di perketat Tes msk PGSD,,krn baxak lulusan yg spt blm siap jd guru,,malah terkesan haxa sbg batu loncatan u/ jd PNS....
2. Penyetaraan Ijazah bg Guru aktif,,sebaikx jgn pke Progrm Kuliah Jarak JAuh. Dasar pemikiranx adalh,,selama guru tsb kuliah jarak jauh,,artix, msh terikat dgn tgs pokokx,,yg bararti pula, kosentrasix bljrx terganggu krn slalu ingat tgs hariannx,,
3. Sdh saatx pemerintah memperhatikan/mengangkat tenaga adminstrasi PNS di SD spt di SMP,, krn berdampak jg pd proses KBM..!!! Kebetulan adik sy seorg guru,,yg kebtulan jg bsa dan puxa laptop sendiri,, akhhirx tgs pokokx terganggu krn hrs mengurus data2 sklh yg saat ini hrs serba komputer..!! Trims kl di perhatikan ....!!

Anonymous said...

pemerintah seharusnya belajar mengenai pendidikan di negeri sakura..jangan asal main gonta ganti dan menerapkan kurikulum cuman buat cari sensasi.
dunia pendidikan bukan ajang buat uji coba, justru akan lebih baik jika mampu memperbaiki kelemahan yang ada dan menyempurnakannya untuk keberhasilan yang lebih baik.

Paket Umroh Ramadhan 2013 said...

Semoga kurikulum 2014 bisa memberi warna perubahan bagi anak-anak bangsa, khususnya perubahan perilaku dan budi pekerti. Apalah arti kurikulum baru, jika pemerintah tidak tegas dengan tontonan yang kurang mendidik di stasiun-stasiun TV swasta. Semakin hari semakin luntur saja ciri khas kepribadian bangsa kita ini. Siapa yang salah? mari berbenah diri dari sekarang!

Anonymous said...

Kurikulum 2013/2014 tidak tepat diterapkan,karena KTSP yang sudah berjalan saja untuk tematik belum berhasil. banyak dari para pendidik yang masih kesulitan di dalam membuat RPP. yang lebih pas adalah kurikulum CBSA.

Drs. soegijono, M.Pd said...

setiap perkembangan proses belajar mengajar yang terkait apapun tidaklah masalah, namun yang perlu digaris bawahi adalah bagaimana konsep pembelajaran yang tepat dan tersaji dengan baik dan jelas, apalagi dengan diberlakukan Kurikulum 2013 sekarang ini sepertinya tidak malah mengurangi beban guru dalam proses belajar mengajar jadi kurang efiensi dan efektif, karena kalau saya cermati pada materi hanya konsep secari garis besar, seakan-akan dimana guru dituntut mencari penjelasan secara mendalam pengembangan yang terintergrasi pada semua mapel, bahkan siswa akan mengalami kesulitan belajar kalau guru benar-benar tidak bisa berinovasi, hal ini pasti akan mengalami kesulitan dalam pencapaian ketuntasan dalam belajar

Drs. Soegijono, M.pd said...

Bisakah penyempurnaan Kurikulum 2013 yang diberlakukan sekarang untuk kelas I dan IV, benar-benar bisa tuntas? dan bisa memberikan output yang bagus dari hasil akhir ketuntasan belajar...serta mau dikemanakan sistem pandidikan dalam meningkatkan mutu pendidikan kedepan?

Dadi Johandi said...

Alhamdulillah punya pengalaman mengajar komputer. Apapun itu pelajarannya dan tingkat kesulitannya jika tersajikan dlm komputer, anak-anak antusiasmengerjakannya, terkadang waktu tidak cukup utk sebuah proyek pembelajaran. Ada yg lbh sederhana insya Alloh cukup membantu di www.focusa.co.id klik live demo! atau kunjungi www.ruangbelajaronline.com

Anonymous said...

Pelajaran akhlak dan budi pekerti seharusnya lebih di tekankan dan masuk kurikulum sebagai dasar/pondasi anak-anak dalam berperilaku

Post a Comment

Silakan tinggalkan komentar dengan bahasa santun

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | coupon codes